TUGAS ILMU BUDAYA DASAR II
KEBOHONGAN YANG SERING
DILAKUKAN DI KALANGAN MASYARAKAT
Pada jaman sekarang sering kita
ketahui banyak anak anak yang pandai berbohong kepada orangtuannya kita ambil
contoh seorang mahasiswa yang meminta uang lebih untuk kepentingannya
pribadi/minta uang bayaran lebih untuk kepentingannya. Biasanya anak anak
berbohong karna terpengaruh pada teman temannya itu sendiri misalnya di ajak
jalan ke sini kalau tidak ikut maka dia akan di kucilkan bahkan tidak di temani
lagi. Seorang anak yang menyendiri mungkin dia kurang bergaul atau sedang di
kucilkan karna tidak mengikuti trend teman temannya. Dan ada pula angota angota
dewan (DPR) yang sekarang mendapati masalah korupsi (Haji Lulung) yang
menggelapkan dana, halhal ini lah yang
sering merugikan masyarakat dan membuat masyarakat kesusahan. Dan ada contoh
Pemilu yang sering sekali kita dengar kata “nih ada amplop pilih saya ya”
dengan menyogok suara pada rakyat membuat seorang itu menanng dalam pemilihan.
Halhal tersebutlah yang ada pada Indonesia sifat jujur dan amanah sudah jarang
kita temui.
Bohong adalah
pernyataan yang salah dibuat oleh seseorang dengan tujuan pendengar percaya,
Orang yang berbicara bohong dan terutama orang yang mempunyai kebiasaan
berbohong disebut pembohong.
Kebohongan (juga disebut kepalsuan)
adalah jenis penipuan dalam bentuk pernyataan yang tidak benar, terutama dengan
maksud untuk menipu orang lain, seringkali dengan niat lebih lanjut untuk
menjaga rahasia atau reputasi, perasaan melindungi seseorang atau untuk
menghindari hukuman atau tolakan untuk satu tindakan. Berbohong adalah
menyatakan sesuatu yang yang tahu tidak benar atau bahwa orang tidak jujur
yakini benar dengan maksud bahwa seseorang akan membawanya untuk kebenaran.
Seorang pembohong adalah orang yang berbohong, yang sebelumnya telah berbohong,
atau yang cenderung oleh alam untuk berbohong berulang kali - bahkan ketika
tidak diperlukan.
Berbohong biasanya digunakan untuk merujuk kepada penipuan dalam Komunikasi lisan atau Tertulis Bentuk lain dari penipuan,
seperti penyamaran atau Pemalsuan
biasanya tidak dianggap sebagai kebohongan, meskipun maksud yang mendasarinya
mungkin sama. Namun, bahkan pernyataan yang sebenarnya dapat digunakan untuk
menipu. Dalam situasi ini, itu adalah maksud yang keseluruhan berbohong daripada
kebenaran pernyataan dari setiap individu yang dianggap kebohongan.
Hubungan antara teori dan masalah
diatas adalah kebohongan pada anak dimulai/diciptakan dari dunia luar contohnya
teman-temannya atau mungkin sodaranya mengapa anak anak sering melakukan
prilaku tercela tersebut ? yang pertama
Contoh yang salah dari orangtuanya,anak tersebut selalu di beri
tekanan/kritikan tetapi jarang di beri
pujian,ingin di terima oleh lingkungan dan teman-temannya.
Solusi yang bisa dilakukan agar anak
tidak berbohong pertama dari orang tua yang tidak mengajarkan kebohongan sejak
kecil, misalnya anak yang jatuh dan menanngis,untuk mengalihkan perhatiannya
orang tua biasanya menunjuk sesuatu “tuh liat ada pesawat terbang” dan alhasil
sang anakpun tidak menangis lagi,orang tua bisa jujur saja pada anaknya.
Selanjutnya jangan menekan anak terlalu keras, berikan kepercayaan kepada anak,
dan hargai setiap usaha pada anak.
TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
Karantina
Tindakan orang tua memang tidak selalu sejalan
dengan apa yang anak mau sebagian orang tua mungkin tidak mau ngambil repot
dengan urusan anak sehingga orang tua lebih memilih mengkarantina
putra/putrinya. Tampa orang tua sadari yang mereka lakukan berdampak pada
anaknya sendiri. Alasannya para orang tua “saya lebih baik mengkarantina anak
saya dari pada terjerumus pergaulan yang tidak jelas”
Bagaimana dampak terhadap masyarakat
sekitar ?
Apa dampak negative dan positive
dengan menyekolahkannya di asrama/karantina ?
Untuk cara menanggulangi masalah
tersebut
Mendeskripsikan apa itu karantina
Untuk mengkaji dampak negative dan
positive dari karantina tersebut
Karantina
adalah sebuah tindakan menutup diri dan mengurung diri dari lingkungan
sekitarnya sebagai upaya untuk pencegahan interaksi dengan masyarakat setempat.
dapat didefinisikan sebagai ’seseorang yang menutup diri dan mengurung diri
dari lingkungan sekitarnya.
Karantina sebagian besar dilakukan
dikalangan anak-anak,remaja,hingga orang dewasa. Hal ini dilakukan sebagai
tindakan mereka untuk mengurung diri mereka dari masyarakat.
Biasanya para orang tua menyuruh para
putra/putrinya masuk pesantren atau menyekolahkannya di asrama. Dampak negative
yang di hasilkan pada lingkungan di sekitarnya, sebagai makhluk social kita
tentunya kita butuh seseorang untuk berintraksi.apa bila di karantina terlalu
lama katakanlah sejak kecil hingga dewasa dia akan canggung dengan
lingkungannya dan lebih baik mengurung diri dalam kamar memilih untuk bermain
game online atau membaca manga hingga berjam jam
Bahkan sampai sampai mereka ada yang
takut dengan keramaian. Ada dampak positivenya yaitu anak anak tahu tentang
agama (kalau di pesantren) anak anak tidak melakukan hal yang menyimpang, dan
lebih terurus.
Kesimpulan :
Dari pembahasan tentang karantina di
atas bias kita ambil kesimpulan gimana cara pikir orang tua berbeda beda ada
orang tua yang over protektif ada juga yang biasa biasa saja. lebih baik orang
tua yang tidak terlalu perotektif terhadap anaknya kenapa ? supaya anaknya biasanya
berinteraksi kepada masyarakat sekitar, dan tidak menjadi anak yang pendiam dan
gagu terhadap lingkungan sekitarnya.
DAFTAR PUSTAKA
http://sumitroindrawan2.blogspot.com/2013/09/dampak-karantina-kepada-anak.html