TUGAS 1 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
A.PENGERTIAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem informasi Manajemen yaitu serangkaian sub sistem informasi yang
menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu
mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna
meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar
kriteria mutu yang telah ditetapkan.
Kita bisa memahami system informasi manajemen dengan cara
membacanya semua materi terutama pada bagian tujuannya, system informasi manajemen
juga sangat penting bagi perusahaan beberapa contohnya .
1.Meningkatkan efisiensi operasional
Investasi di dalam teknologi sistem informasi dapat menolong
operasi perusahaan menjadi lebih efisien. Efisiensi operasional membuat
perusahaan dapat menjalankan strategi keunggulan biaya (low-cost leadership).
Dengan menanamkan investasi pada teknologi sistem informasi,
perusahaan juga dapat menanamkan rintangan untuk memasuki industri tersebut
(barriers to entry) dengan jalan meningkatkan besarnya investasi atau kerumitan
teknologi yang diperlukan untuk memasuki persaingan pasar.
Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh adalah mengikat
(lock in) konsumen dan pemasok dengan cara membangun hubungan baru yang lebih
bernilai dengan mereka.
2. Memperkenalkan inovasi dalam bisnis
Penggunaan ATM (automated teller machine) dalam perbankan
merupakan contoh yang baik dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan
adanya ATM, bank-bank besar dapat memperoleh keuntungan strategis melebihi
pesaing mereka yang berlangsung beberapa tahun.
Penekanan utama dalam sistem informasi strategis adalah
membangun biaya pertukaran (switching costs) ke dalam hubungan antara
perusahaan dengan konsumen atau pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal
ini adalah sistem reservasi penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada
agen perjalanan oleh perusahaan penerbangan besar. Bila sebuah agen perjalanan
telah menjalankan sistem reservasi terkomputerisasi tersebut, maka mereka akan
segan utnuk menggunakan sistem reservasi dari penerbangan lain.
3. Membangun sumber-sumber informasi strategis
Teknologi sistem informasi memampukan perusahaan untuk
membangun sumber informasi strategis sehingga mendapat kesempatan dalam
keuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat
lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis sistem
informasi, dan melatihend users.
Sistem informasi memungkinkan perusahaan untuk membuat basis
informasi strategis (strategic information base) yang dapat menyediakan informasi
untuk mendukung strategi bersaing perusahaan. Informasi ini merupakan aset yang
sangat berharga dalam meningkatkan operasi yang efisien dan manajemen yang
efektif dari perusahaan. Sebagai contoh, banyak usaha yang menggunakan
informasi berbasis komputer tentang konsumen mereka untuk membantu merancang
kampanye pemasaran untuk menjual produk baru kepada konsumen.
Bagaimana manajemen layanan dapat membantu penyedia
layanan ? bersifat terbuka mudah diakses
oleh semua pihak yang memerlukan dan mudah di mengerti, dapat di pertanggung
jawabkan, berprinsip efektif dan efisien.
ITIL atau Information Technology Infrastructure Library
adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur,
pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI).
- Komponen I.T.I.L
Terdapat 2 komponen operasional ITIL yaitu :
1. Service Support (yaitu aktifitas
yang dilaksanakan minimal setiap hari)
2. ServiceDelivery(yaitu aktivitas
yang dilaksanakan minimal setahun/kuartal/bulanan)
1. SERVICE SUPPORT
a. The Service Desk
Untuk melaksanakan single
point of contact antara User dan IT Service Management dan memeriksa status
hubungan semua customer.
Menangani Incidents dan permintaan,
serta memberikan arahan untuk kegiatan lain seperti Change, Problem,
Configuration, Release, Service Level, and IT Service Continuity Management
b. Problem Management
Untuk meminimalkan
pengaruh yang merugikan dalam bisnis yang diakibatkan incident dan
masalah yang disebabkan oleh error dalam infrastuktur.
c. Release Management
Release Management
memberikan pandangan yang menyeluruh mengenai perubahan dalam IT service
dan memastikan seluruh aspek dalam Release, baik teknik maupun non tekni
2. SERVICE DELIVERY
a. Service Level Management
Untuk memelihara dan
memperbaiki kualitas IT service, melalui siklus tetap mengenai pemahaman,
persetujuan, monitoring, pelaporan dan pencapaian IT service. Service Level
Management mengatur dan memperbaiki tingkat persetujuan service antara dua pihak.
b. Availability Management
Untuk mencapai
capabilitas IT infrastructure dan mendukung organisasi untuk mendistribusikan
biaya yang efektif dan tingkat availability yang terus menerus yang
memungkinkan kepuasan sebagai tujuannya.
C. IT Service Continuity Management
Untuk mendukung
kesuruhan proses Business Continuity Management dengan memastikan teknik dan
fasilitas IT service yang dibutuhkan dapat dipenuhi dengan time-scale bisnis
yang disetujui dan dipersyaratkan.
- Tujuan ITIL
1. Menyearahkan IT
Services dengan kebutuhan bisnis dan customer pada saat ini dan masa
datang.
2. Perbaikan
kualitas IT Services
3. Mengurangi biaya
jangka panjang atas IT Service Provision
Strategi
layanan adalah Suatu strategi untuk
memberikan layanan dengan mutu yang sebaik mungkin kepada para pelanggan Strategi pelayanan yang efektif harus
didasari oleh konsep atau misi yang mudah dimengerti oleh seluruh individu
dalam perusahaan dan diikuti oleh berbagai tindakan nyata yang bermanfaat bagi
para pelanggan, serta mampu membedakan perusahaan yang menerapkan strategi
tersebut dengan para pesaingnya sehingga perusahaan mampu mempertahankan
pelanggan yang ada dan mampu menarik pelanggan baru.
Strategi pelayanan yang efektif memerlukan beberapa unsur
pendukung, sebagai berikut :
1. Struktur organisasi yang dapat menjadi media untuk
mengembangkan budaya perusahaan yang menitikberatkan pada penyempurnaan
kualitas pelayanan.
2. Teknologi yang dapat diimplementasikan untuk memperbaiki
sumber daya, metode kerja, dan sistem informasi untuk men-dukung upaya
perbaikan kualitas pelayanan.
3. Sumber daya manusia yang memiliki sikap, perilaku,
pengetahuan, dan kemampuan yang mendukung efektivitas strategi pelayanan.
Resiko
Resiko merupakan suatu kondisi atau peristiwa yang mungkin
dapat menyebabkan kerugian dan dapat mempengaruhi kemampuan untuk mencapai
tujuan. Dalam melakukan penerapan dari strategi layanan/pelayanan yang telah
disepakati bersama, tentu akan menalami hambatan dan resiko. Contohnya bila
perencanaan dari strategi berikut sudah kelar dan akan dilakukan
penerapannya akan berakibat fatal bila cara penyampaiannya yang kurang
jelas dan tidak dapat di pahami oleh pihak pelaksana dari perencanaan strategi
tersebut maka hal itu akan berpengaruh besar pada kepuasan pelanggan dari
pelayanan yang telah diberikan.
a. Jenis penyedia layanan TI
- Layanan Internal:
Ada dalam sebuah organisasi semata mata untuk meberikan
layanan kepada satu khusus unit bisnis.
- Unit Jasa Bersama:
Melayani beberapa unit bisnis dalam organisasi yang sama.
- Penyedia Layanan Eksternal:
Beroprasi sebagai penyedia layanan eksternal melayani
beberapa pelanggan eksternal
a. Empat Strategi P
1. Strategi adalah Perencanaan ( Plan
)
Konsep strategi tidak lepas dari aspek perencanaan, arahan
atau acuan gerak langkah organisasi untuk mencapai suatu tujuan di masa depan.
Strategi tidak selamanya merupakan perencanaan ke masa depan yang belum
dilaksanakan, akan tetapi strategi juga menyangkut segala sesuatu yang telah
dilakukan dimasa lampau, misalnya pola perilaku bisnis yang telah dilakukan
dimasa lampau.
2. Strategi adalah Pola ( Pattern )
Menurut Mintzberg, strategi adalah pola ( Strategy is
Pattern )yang selanjutnya disebut sebagai “ intended strategy “, karena belum
terlaksana dan berorientasi ke masa depan. Atau disebut juga “ Realized
Strategy “ karena telah dilakukan oleh organisasi.
3. Strategi adalah Posisi ( Potition )
Strategy is Potition, yaitu menempatkan produk tertentu
ke pasar tertentu yang dituju. Strateg sebagai posisi menurut Mintzberg
cenderung melihat ke bawah, yaitu ke suatu titik bidik dimana produk tertentu
bertemu dengan pelanggan, dan melihat keluar yaitu meninjau berbagai aspek
lingkungan eksternal.
4. Strategi adalah Perspektif ( Perspective )
Jika dalam P ke dua dan P ke tiga cenderung melihat ke bawah
dan ke luar, maka sebaliknya dalam perpekstif cenderung lebih melihat ke dalam
yaitu ke dalam organisasi dan ke atas yaitu melihat grand vision dari
perusahaan atau organisasi
Manajemen pelayanan sebagai aset strategis otomatisasi
proses manajemen layanan,oleh karena strategi manajemen merupakan kumpulan
pengambilan keputusan serta tindakan yang diambil oleh manajer, yang menentukan
hasil kinerja bisnis, maka perlu dipahami konsep serta fungsinya dengan baik.
Namun praktiknya, sering berbeda dengan teori.
Tidak semua manajer memahami konsep strategi manajemen ini.
Oleh karenanya ada organisasi bisnis yang mencapai kinerja lebih dan memiliki
keunggulan kompetitif dibanding pesaingnya.Bahkan ada organisasi bisnis yang
kandas akibat kesalahan memilih strategi. Ini bisa terjadi jika para manajer,
yang memiliki latar belakang berbagai disiplin ilmu, tak pernah berkutat dengan
ilmu manajemen sebelumnya.Oleh karenanya, manajer harus memiliki pengetahuan
menyeluruh terkait analisis umum dan lingkungan organisasi yang kompetitif,
agar dapat mengambil keputusan yang tepat.
Desain Layanan.
- Mengapa Desain Layanan?
Layanan desain adalah kegiatan perencanaan dan
pengorganisasian orang , infrastruktur , komunikasi dan komponen material
layanan dalam rangka meningkatkan kualitas dan interaksi antara penyedia
layanan dan pelanggan . Tujuan dari metodologi desain layanan adalah untuk
merancang sesuai dengan kebutuhan pelanggan atau peserta , sehingga layanan ini
, kompetitif dan relevan kepada pelanggan user-friendly. Tulang punggung
dari proses ini adalah untuk memahami perilaku pelanggan , kebutuhan dan
motivasi .
- Lima
Aspek Utama Desain Layanan
1. Reliabilitas
Aspek ini mencerminkan kemampuan untuk
me dijanjikan – dengan andal dan tepat serta
akurat. Sebagai misal :
apakah ketika kita berlanggan akses internet
cepat Speedy, mereka
mampu memberikan layanan sesuai dengan yang
diiklankan – yakni
cepat, dan koneksi tidak pernah putus.
2. Assurance
Aspek ini mencerminkan kemampuan untuk memberikan sesuatu
yang dapat dipercaya (terjamin keandalannya). Strategi tindakan untuk
mengembangkan assurance adalah berikan layanan yang asertif dengan menggunakan
teknik komunikasi yang positif dan menjelaskan produk dan service secara tepat.
3. Tangibel
Aspek ini berkaitan dengan aspek fasilitas fisik/peralatan
serta penampilan personal dari penyedia layanan. Strategi tindakan yang layak
dilakukan antara lain adalah menjaga ruang kerja – apalagi yang langsung
berhadapan dengan pelanggan — agar tetap rapi. Lalu susunlah barang-barang
dengan teratur serta berperilaku dan berpakaian secara profesional
4. Empati.
Aspek ini berkaitan dengan tingkat kepedulian dan perhatian
individu yang diberikan kepada pelanggan. Strategi tindakan yang dapat
dilakukan antara lai adalah
1)mendengarkan secara aktif pesan yang disampaikan
pelanggan;
2) menempatkan diri anda dalam posisi mereka dan;
3) merespon secara tepat guna menjawab keinginan yang
menjadi perhatian mereka
5. Responsif
Aspek ini mencerminkan kemampuan untuk
membantu pelanggan dan memberikan layanan yang cepat/responsif. Agar mampu
bersikpa responsif, maka kita perlu menampilkan sikap positif atau “can-do
attitude”, serta mengambil langkah dengan segera untuk membantu pelanggan,
dan memenuhi kebutuhan mereka.
- Tujuan Desain Layanan
Tujuan dari metodologi desain layanan adalah untuk merancang
sesuai dengan kebutuhan pelanggan atau peserta , sehingga layanan ini ,
kompetitif dan relevan kepada pelanggan user-friendly. Tulang punggung
dari proses ini adalah untuk memahami perilaku pelanggan , kebutuhan dan
motivasi.
- Paket Desain Layanan
Mendefinisikan seluruh aspek dalam layanan TI dan
keseluruhan persyaratan dari setiap tingkatan dalam siklus hidup layanan. SDP
dihasilkan untuk setiap layanan TI baru, perubahan mayor, atau layanan TI yang
dikeluarkan.
Adapun paket desain layanan lainnya, seperti:
· Paket jasa desain rumah
· Paket jasa desain
industri
· Paket jasa desain
kemasan
· Paket jasa desain
grafis
TUGAS TOU KE 4
1. faktor faktor yang memperbaharui organisasi
1) Karakteristik Organisasi
2) Karakteristik Lingkungan
3) Karakteristik Pekerja
4) Kebijakan dan praktek manajemen
2.ciri ciri pengembangan organisasi
1. Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat dan akurat tentang permasalahan yang dihadapi oleh suatu organisasi.
2. Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi terhadap suatu organisasi.
3. Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
5. Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara organisasi sau dengan organisasi yang lainnya.
2. Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi terhadap suatu organisasi.
3. Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
5. Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara organisasi sau dengan organisasi yang lainnya.
6. berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
7. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.
7. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.
Apabila selama ini kita hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai :
Organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu berubah.
3. metode pengembangan organisasi
1. Metode Pengembangan Perilaku
Metode pengembangan perilaku atau Behavioral Development Methode merupakan metode yang berusaha menyelidiki secara mendalam tentang proses perilaku kelompok dan individu. Hal itu dapat dilakukan dengan mempergunakan berbagai cara. Dengan kata lain, metode pengembangan perilaku dapat dibedakan menjadi berberapa macam. Dalam buku ini hanya disebutkan 4 macam yaitu, jaringan manajerial, latihan kepekaan, pembentukan tim, dan umpan balik survai.
Jaringan manajerial : Jaringan manajerial atau kisi manajerial disebut juga latihan jaringan adalah suatu metode pengembangan organisasi yang didasarkan jaringan material. Teori ini dipelopori oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Menurut mereka, gaya kepemimpinan akan menjadi sangat efektif apabila perhatian pimpinan terhadap produksi dan orang dalam keadaan seimbang. Dalam hal demikian pimpinan menunjukkan perhatian tinggi baik terhadap produksi maupun terhadap orang.
Latihan Kepekaan : merupakan latihan dalam kelompok. Oleh karena itu metode ini dinamakan pula metode T-group. dalam metode ini yang dimaksud dengan kepekaan adalah kepekaan terhadap diri sendiri dan terhadap hubungan diri sendiri dengan orang lain. Metode ini berlandaskan pada anggapan bahwa kesulitan untuk berprestasi disebabkan oleh adanya persoalan emosional dari kelompok orang-orang yang harus mencapi tujuan.
Pembentukan Tim : Merupakan salah satu metode pengembangan organisasi dengan mengembangkan perilaku kelompok melalui suatu teknik intervensi yang disebut pembentukan tim. Tujuan dari pada pengembangan perilaku kelompok ialah untuk melakukan pekerjaan secara efektif dengan membentuk tim.
Umpan Balik Survai : adalah suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data dari para anggota organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan dengan tingkah laku, sikap, seta berbagai perasaan lain yang ada pada diri setiap anggota organisasi.
2. Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap
Metode ini merupakan suatu program latihan yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota organisasi. Oleh karena itu yang dimaksud dengan latihan atau training adalah suatu proses pengembangan kecakapan, pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap tingkah laku dari para anggota organisasi. Program latihan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya ialah latihan di tempat kerja, latihan instruksi kerja, latihan di luar tempat pekerjaan, dan latihan di tempat kerja tiruan.
Latihan di tempat kerja : Latihan kerja di tempat kerja yang sebenarnya. Latihan ini melatih anggota organisasi untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan dengan lebih efisien. Keuntungan yang diperoleh dalam latihan di tempat kerja ini antara lain, sangat ekonomis karena para peserta tetap produktif selama mereka mengikuti dan menjalankan latihan, selain itu prestasi anggota organisasi tidak akan berkurang atau hilang, hal ini sangat berbeda apabila dibanding dengan latihan yang diadakan diluar tempat kerja. Latihan yang di luar tempat kerja akan mengakibatkan sebagian prestasi hilang apabila peserta latihan kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
Latihan instruksi kerja : Terdiri dari 3 macam yaitu Job Instruction Training (latihan mengenai proses pemberian instruksi-instruksi kerja. Para peserta latihan mula-mula diperkenalkan dengan pekerjaan, dan kepada mereka diberikan berbagai instruksi dan demonstrasi secara bertahap mengenai fungsi pekerjaan.) Job Methode Training (Latihan yang berhubungan dengan penyederhanaan kerja) Job Relation Training (Latihan yang berhubungan dengan faktor manusian di dalam pekerjaannya setiap hari)
Latihan di luar tempat kerja : merupakan latihan yang diadakan di luar tempat kerja. Salah satu keuntungan dari latihan ini adalah adanya motivasi dari para peserta latihan untuk lebih memahami materi/bahan pelajaran mengingat mereka tidak dibebani dengan pekerjaan selama mereka mengikuti latihan.
Latihan di tempat kerja tiruan : adalah latihan yang diberikan pada tempat kerja tiruan. Latihan ini umumnya diberikan kepada mereka yang bekerja di tempat-tempat kerja yang membawa risiko cukup besar. Dengan latihan ini diharapkan para peserta lebih banyak menguasai tentang teknik-teknik kerja yang baik.
Metode pengembangan perilaku atau Behavioral Development Methode merupakan metode yang berusaha menyelidiki secara mendalam tentang proses perilaku kelompok dan individu. Hal itu dapat dilakukan dengan mempergunakan berbagai cara. Dengan kata lain, metode pengembangan perilaku dapat dibedakan menjadi berberapa macam. Dalam buku ini hanya disebutkan 4 macam yaitu, jaringan manajerial, latihan kepekaan, pembentukan tim, dan umpan balik survai.
Jaringan manajerial : Jaringan manajerial atau kisi manajerial disebut juga latihan jaringan adalah suatu metode pengembangan organisasi yang didasarkan jaringan material. Teori ini dipelopori oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Menurut mereka, gaya kepemimpinan akan menjadi sangat efektif apabila perhatian pimpinan terhadap produksi dan orang dalam keadaan seimbang. Dalam hal demikian pimpinan menunjukkan perhatian tinggi baik terhadap produksi maupun terhadap orang.
Latihan Kepekaan : merupakan latihan dalam kelompok. Oleh karena itu metode ini dinamakan pula metode T-group. dalam metode ini yang dimaksud dengan kepekaan adalah kepekaan terhadap diri sendiri dan terhadap hubungan diri sendiri dengan orang lain. Metode ini berlandaskan pada anggapan bahwa kesulitan untuk berprestasi disebabkan oleh adanya persoalan emosional dari kelompok orang-orang yang harus mencapi tujuan.
Pembentukan Tim : Merupakan salah satu metode pengembangan organisasi dengan mengembangkan perilaku kelompok melalui suatu teknik intervensi yang disebut pembentukan tim. Tujuan dari pada pengembangan perilaku kelompok ialah untuk melakukan pekerjaan secara efektif dengan membentuk tim.
Umpan Balik Survai : adalah suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data dari para anggota organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan dengan tingkah laku, sikap, seta berbagai perasaan lain yang ada pada diri setiap anggota organisasi.
2. Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap
Metode ini merupakan suatu program latihan yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota organisasi. Oleh karena itu yang dimaksud dengan latihan atau training adalah suatu proses pengembangan kecakapan, pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap tingkah laku dari para anggota organisasi. Program latihan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya ialah latihan di tempat kerja, latihan instruksi kerja, latihan di luar tempat pekerjaan, dan latihan di tempat kerja tiruan.
Latihan di tempat kerja : Latihan kerja di tempat kerja yang sebenarnya. Latihan ini melatih anggota organisasi untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan dengan lebih efisien. Keuntungan yang diperoleh dalam latihan di tempat kerja ini antara lain, sangat ekonomis karena para peserta tetap produktif selama mereka mengikuti dan menjalankan latihan, selain itu prestasi anggota organisasi tidak akan berkurang atau hilang, hal ini sangat berbeda apabila dibanding dengan latihan yang diadakan diluar tempat kerja. Latihan yang di luar tempat kerja akan mengakibatkan sebagian prestasi hilang apabila peserta latihan kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
Latihan instruksi kerja : Terdiri dari 3 macam yaitu Job Instruction Training (latihan mengenai proses pemberian instruksi-instruksi kerja. Para peserta latihan mula-mula diperkenalkan dengan pekerjaan, dan kepada mereka diberikan berbagai instruksi dan demonstrasi secara bertahap mengenai fungsi pekerjaan.) Job Methode Training (Latihan yang berhubungan dengan penyederhanaan kerja) Job Relation Training (Latihan yang berhubungan dengan faktor manusian di dalam pekerjaannya setiap hari)
Latihan di luar tempat kerja : merupakan latihan yang diadakan di luar tempat kerja. Salah satu keuntungan dari latihan ini adalah adanya motivasi dari para peserta latihan untuk lebih memahami materi/bahan pelajaran mengingat mereka tidak dibebani dengan pekerjaan selama mereka mengikuti latihan.
Latihan di tempat kerja tiruan : adalah latihan yang diberikan pada tempat kerja tiruan. Latihan ini umumnya diberikan kepada mereka yang bekerja di tempat-tempat kerja yang membawa risiko cukup besar. Dengan latihan ini diharapkan para peserta lebih banyak menguasai tentang teknik-teknik kerja yang baik.
TUGAS TOU KE 3
1. definisi komunikasi
Upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.
2.unsur komunikasi
Upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.
2.unsur komunikasi
- – Sender : Komunikator yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah orang
- – Encoding : Penyandian, yakni proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang
- – Message : Pesan yang merupakan seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator
- – Media : Saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari komunikator ke pada komunikan
- – Decoding : Pengawasandian, yaitu proses di mana komunikan menetapkan makna pada lambang yang disampaikan oleh komunikator kepadanya
- – Receiver : Komunikan yang menerima pesan dari komunikator
- – Response : Tanggapan, seperangkat reaksi pada komunikan setelah diterima pesan
- – Feedback : Umpan balik, yakni tanggapan komunikan apabila tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator
- – Noise : Gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya
3. menyalurkan ide lewat komunikasi
mudah dengan cara bertemu langsung atau menggadakan rapat untuk saling tukar pemikiran.
4.hambatan hambatan komunikasi
tidak ada ide yang harus di buka terlebih dahulu,jarak dan waktu yang kurang tempat,emosi yang tinggi
Jurnal Khusus
ISI
A. Pengertian Jurnal Khusus
Jurnal khusus adalah
jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi secara
berulang-ulang. Dan jurnal khusus biasanya dirancang untuk mencatat transaksi
tertentu secara khusus. Misalnya transaksi penerimaan tunai dicatat pada satu
buku harian, pembelian kredit dicatat pada suatu buku harian dan seterusnya.
Sehingga kapan saja informasi diperlukan, jurnal khusus dapat memberikan informasi
secara cepat dan tepat.
Pengertian transaksi adalah suatu aktifitas perusahaan yang menimbulkan perubahan
terhadap posisi harta keuangan perusahaan, misalnya seperti menjual, membeli,
membayar gaji, serta membayar berbagai macam biaya yang lainnya
Fungsi
jurnal khusus
1.
Meringankan pekerjaan karena mudah
diposting ke Buku besar
2.
Memungkinkan dilakukannya pembagian kerja
3.
Menghemat biaya dan tenaga
4.
Pengendalian internal bisa
dilaksanakan dengan baik
Manfaat
penggunaan jurnal khusus:
o Memungkinkan
pembagian pekerjaan
o Memudahkan
pemindahbukuan ke buku besar
o Memungkinkan
pengendalian intern yang lebih baik
o Memudahkan pencatatan
dengan sistematis
o Lebih
efektif dan efisien
o Pemrosesan
data lebih cepat
PERUSAHAAN DAGANG
A. Pengertian Perusahaan Dagang
Perusahaan Dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya
membeli barang dengan tujuan menjualnya kembali tanpa memprosesnya lebih dulu. Contoh-contoh perusahaan
dagang antara lain Toko, Supermarket, Grosir, Pusat-pusat Perbelanjaan, Perusahaan
Ekspor-Impor dan lain-lain.
B. Ciri-ciri Perusahaan Dagang
1. Pendapatan utamanya berasal
dari penjualan barang dagangan ;
2. Biaya utamanya berasal dari
harga pokok barang yang terjual dan biaya usaha lainya ;
3. Dalam akuntansinya terdapat
akun persediaan barang ;
4. Sebagai perantara antara
produsen dan konsumen ;
5. Antara barang yang dibeli dan
barang yang dijual tidak ada perubahan ;
6. Tujuan utamanya mencari laba
dengan menjual barang dengan harga lebih tinggi dibanding harga belinya.
C. Ciri – ciri khas Akun
Perusahaan Dagang adalah sebagai berikut :
1. Akun Pembelian (D)
Terjadi karena perusahaan membeli
barang dagang dengan tujuan dijual kembali. Pembelian ini dapat dilakukan
dengan pembelian tunai, kredit dan sebagian pembayaran.
2. Akun Penjualan (K)
Terjadi karena perusahaan menjual
barang-barang dagang yang diperoleh dari pemasok bertujuan untuk memperoleh
laba. Penjulan dilakukan dengan cara tunai, kredit dan dengan sistem uang muka
yang sisanya dapat diangsur dengan syarat pembayaran dan syarat penyerahan.
Dasar pencatatannya dengan faktur jika kredit dan bukti penerimaan kas jika
tunai.
3. Akun Potongan Pembelian (K)
Terjadi karena penjual memberikan
potongan kepada pembeli, dengan tujuan agar pembeli melunasi utangnya sebelum
jatuh tempo. Selama masih dalam masa potongan, maka utang yang dibayar adalah
harga faktur dikurangi denagan potongan yang diterima.
4. Akun Potongan Penjualan
Merupakan pencatatan atas potongan
yang diberikan oleh penjual bertujuan agar tagihannya dapat segera dilunasi.
Jadi, jumlah yang diterima oleh penjual sebesar jumlah tagihan dikurangi
potongan yang diberikan.
5. Akun Rektur Pembelian
terjadi karena pembeli mengembalikan senagian barang
yang telah dibeli atau sebagian rusak dan tidak sesuai pesanan. Jika dibeli
secara tunai maka penjual akan memgembalikan besarnya retur dengan tunai juga.
Tetapi jika secara kredit maka besarnya retur akan mengurangi harga fakturnya.
6. Akun Retur Penjualan
Terjadi karena penjual menerima kembali sebagian
barang yang telah dijual karena mutunya tidak sesuai pesanan. Pengembalian ini
akan mengurangi tagihan kepada pembeli.
7. Akun Biaya Angkut
Terjadi ketika pembeli harus membayar ongkos agar
barang yang dibeli samapai kegudang pembeli. Dengan demikian harga perolehanya
terdiri dari harga beli barang ditambah beban angkutnya.
8. Akun Biaya Pengiriman
Terjadi karena penjual mengirim barang dari penjual
sampai ditempat pembeli, karena pada saat transaksi jual beli telah dicantumkan
dalam syarat penyerahan bahwa penjual menanggung ongkos kirim.
9. Akun Persedian
Merupakan nilai persediaan barang dagangyang belum
terjual pada akhir periode akuntansi.
10. Akun Utang Dagang
Terjadi karena masih terdapat sisa pembayaran dari
suatu pembelian oleh suatu perusahaan dagang.
11. Akun Piutang Usaha
Digunakan untuk mencatat sisa-sisa harga pembelian
yang dilakukan oleh pembeli atau semua sisa harga penjualan yang belum
dibayarkan.
12. Akun Harga Pokok Penjualan
(HPP)
Untuk menapung harga pokok/harga beli barang yang
dijual dalam suatu periode akuntansi.
· Format harga pokok barang
yang dibeli
Pembelian
Retur pembelian
Potongan pembelian
Rp……….
Rp………. + Rp……….
Rp………. –
Pembelian bersih
Ditambah beban angkut pembelian Rp……….
Rp………. +
Harga pokok barang yang dibeli Rp……….
· Format pokok penjualan
Persediaan barang dagangan (awal Periode)
Pembelian
Retur pembelian
Potongan pembelian
Rp……….
Rp………. Rp……….
Rp……….
Pembelian bersih (hasil pembelian – Retur + Potongan)
Beban angkut Rp………
RP……… +
Harga pokok barang yang dibeli
Barang dagangan tersedia unuk dijual
Persediaan barang dagangan (akhir periode)
Rp………
Rp………
Rp……… –
Harga poko penjualan
Rp………
13. Akun Prive
Adalah akun yang digunakan untuk mencatat setiap
pengambilan kas yang dilakukan oleh pemilik perusahaan yang sifatnya untuk
keperluan pribadi.
14. Akun Pendapatan Usaha
Digunakan untuk mencatat hasil dari penjualan
perusahaan, yang berupa kas ataupun piutang.
15. Akun Persedian Barang Dagang
Digunakan untuk mencatat persediaan barang dagang awal
dan akhir periode. Akun ini juga menjelaskan tentang perubahan modal antara
awal sampai dengan akhir peride.
D. KARAKTERISTIK PERUSAHAAN
DAGANG
a. Macam – Macam Perusahaan Dagang
v
Pedagang Besar (Whole Saler) adalah pedagang yang membeli
barang dari pabrik kemudian menjualnya kepada pedagang kecil.
v
Pedagang Kecil (Retailer) adalah pedagang yang membeli barang
dari pedagang besar kemudian menjualnya kepada konsumen.
b.
Kegiatan Usaha / Operasional meliputi :
v Membeli barang dagangan
v Menyimpan barang dagangan
sebelum dijual
v Menjual barang dagangan
c.
Pendapatan Usaha/ Operasinal
Yang merupakan
pendapatan usaha dari perusahaan dagang adalah penjualan barang dagangan,
sedangakan pendapatan yang diperoleh dari luar usaha dagang disebut pendapatan
diluar usaha.
d.
Beban Utama
v Harga pokok barang dagangan
yang telah laku dijual
v Beban usaha/operasional
terbagi 2, yaitu beban penjualan, dan beban umum dan administrasi
e. Transaksi Perusahaan Dagang
v Pembelian
v Biaya angkut pembelian
v Retur pembelian dan
pengurangan harga
v Potongan pembelian
v Penjualan
v Retur penjualan dan
pengurangan harga
v Potongan penjualan
v Pengeluaran
v Penerimaan
v Syarat pembayaran
dan penyerahan barang
f.
Syarat Penyerahan Barang
v FOB Shipping Point
Free Onboard Shipping Point berarti
pembeli harus menangung biaya pengiriman barang dari gudang penjual kegudangnya
sendiri.
v FOB Destination Point
Free Onboard Destination Point
berarti penjual yang harus menanggung beban.
v Cost, Freight and Insurance
Berarti penjual harus menanggung
beban pengiriman dan asuransi kerugian atas barang yang di jualnya.
g.
Syarat – Syarat Pembayaran
v n/60 artinya pembeli hanya
diberi waktu kredit selama 60 hari
v 2/10, n/30 artinya pembeli hanya
diberi waktu kredit selama 30 hari, dan bila dapat membayar paling lambat 10 dari tanggal jual beli akan
diberi potongan 2%
v EOM artinya pembeli hanya
diberi waktu kredit paling lambat aakhir bulan
v N/5, EOM artinya pembeli
diberi waktu kredit sampai 5 hari setelah akhir bulan paling lambat tanggal 5
bulan berikutnya.